Kick Off Meeting
Kick off meeting merupakan rapat awal proyek dengan tujuan untuk
menyamakan presepsi diantara semua pihak yang terkait dengan
pelaksanaan proyek, menyangkut prosedur dan teknis pelaksanaan proyek Kick off Meeting bisa dianggap sebagai kesempatan untuk menyelaraskan nada (set the tone) dalam suatu proyek.
Sebelum suatu pertunjukan koor/paduan suara dimulai, dirijen atau pemimpin koor selalu menyamakan nada dasar (set the tone)
terlebih dahulu, misalnya dengan menggunakan garpu tala. Penyamaan
nada dasar ini dimaksudkan agar semua komponen koor termasuk
penyanyi-nya (sopran, mezosopran, alto, tenor, bariton dan bas) maupun
pengiring-nya (organis, pianis atau lainnya) mempunyai referensi nada
yang sama dalam menyanyi. Bayangkan bagaimana kalau setiap kelompok
tersebut menggunakan nada dasar yang berbeda, seperti apa koor tersebut?
Sama dengan dalam koor, pelaksanaan proyek juga perlu adanya proses set the tone
ini, yaitu melalui Kick off meeting. Dalam Kick off meeting, semua hal
yang berhubungan dengan tatacara pelaksanaan seperti prosedur
komunikasi, perijinan, keselamatan kerja serta prosedure administrasi
lainnya ditetapkan sebagai dasar bagi setiap komponen pelaksana proyek
seperti pemilik proyek, pengelola proyek, kontraktor maupun
sub-kontraktor untuk melaksanakan tugas dan perannya masing-masing. Sama
seperti koor diatas, tanpa adanya dasar/presepsi yang sama, maka
pelaksanaan proyek nantinya tidak akan berjalan dengan lancar.
Secara umum, maksud dilaksanakannya Kick off meeting adalah:
1)
Untuk menyatakan bahwa proyek dimulai.
2) Menyampaikan secara ringkas
tujuan proyek dan peran/tanggung jawab setiap pihak dalam pencapaian
tujuan tersebut.
3) Mengklarifikasi harapan setiap pihak yang berperan
dalam proyek.
4) Membentuk dan menumbuhkan komitmen bersama dalam
menyukseskan proyek.
Jangka waktu yang diperlukan untuk Kick off meeting bervariasi dari
hanya beberapa jam saja sampai beberapa hari, bergantung pada skala
dan kompleksitas proyek.
Siapa saja yang hadir? Paling tidak tim inti (core team) dari semua
pihak harus hadir, baik itu pemilik proyek, pengelola proyek,
kontraktor dan sub-kontraktornya.
Agenda. Agenda Kick off meeting juga bervariasi
bergantung pada jenis, ukuran dan kompleksitas proyek. Akan tetapi,
umumnya hal-hal yang dibahas minimal menyangkut:
1) Garis besar tujuan
proyek.
2) Organisasi & Matriks Tanggung Jawab.
3) Prosedur
komunikasi.
4) Prosedur Persetujuan/Approval.
5) Time schedule.
6)
Laporan/Report.
7) Perijinan.
8). Prosedure Delivery material.
9) Garis
besar Aspek Teknis.
10) Quality Plan.
Setelah Kick off meeting dilaksanakan, maka yang paling penting
adalah masing-masing pihak harus memiliki komitmen untuk melaksanakannya
sesuai perannya masing-masing. Nada dasar sudah didapat, selanjutnya
masing-masing pihak harus menyelaraskan perannya dengan nada tersebut
sehingga lagu yang berjudul “Proyek” bisa dilantunkan dengan merdu.
Akhirnya tepuk tangan meriah dari semua pihak (baca stakeholder) akan terdengar.
